Gunung Arjuno 3.350 Mdpl

Beranda » Gunung Arjuno 3.350 Mdpl

Peta ini memuat cuaca real-time, prakiraan cuaca 5 hari ke depan, dan data jarak dan elevasi gunung prau via Dieng. Klik ‘Poin’📍 pada peta untuk mengetahui status cuaca setiap pos pendakian Gunung Arjuno.

Profil Gunung Arjuno

Gunung Arjuno, yang menjulang setinggi 3.339 meter di atas permukaan laut (mdpl), adalah gunung tertinggi kedua di Jawa Timur setelah Semeru. Secara administratif, gunung ini berada di perbatasan Kota Batu, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Pasuruan. Namanya diambil dari salah satu tokoh ksatria Pandawa, Arjuna, yang mencerminkan kegagahan dan aura “ningrat” gunung ini.

Gunung Para Ksatria dan Jejak Majapahit

Arjuno bukan sekadar gundukan tanah dan batu; ia adalah situs sejarah yang sakral. Berbeda dengan banyak gunung lain, lereng Arjuno—terutama di jalur Purwosari—dipenuhi oleh peninggalan purbakala berupa punden berundak, arca, dan candi-candi pemujaan peninggalan era Majapahit.

Pendaki akan melewati situs-situs seperti Candi Sepilar, Candi Madrim, dan Eyang Semar, yang memberikan sensasi seolah sedang melakukan perjalanan waktu kembali ke masa kejayaan kerajaan kuno Nusantara.

Alas Lali Jiwo: Hutan yang Menguji Kesadaran

Salah satu fitur paling ikonik dan legendaris dari Gunung Arjuno adalah Alas Lali Jiwo (Hutan Lupa Jiwa). Kawasan hutan cemara yang luas dan indah ini memiliki aura mistis yang kuat. Konon, menurut mitos setempat, pendaki yang memiliki niat tidak baik atau pikiran tidak bersih bisa tersesat atau “lupa diri” saat melintasi hutan ini. Terlepas dari mitosnya, Alas Lali Jiwo menawarkan pemandangan hutan pinus yang sangat estetis dan tenang, sekaligus menjadi ujian mental bagi para pendaki sebelum menghadapi tanjakan terjal menuju puncak.

Karakteristik Jalur Pendakian yang Beragam

Gunung Arjuno dikenal memiliki jalur yang panjang dan bervariasi, sering kali didaki bersamaan dengan kembarannya, Gunung Welirang:

  • Jalur Tretes (Pasuruan): Jalur paling populer namun panjang. Jalannya berupa susunan batu yang rapi (jalur truk penambang belerang) yang sangat melelahkan lutut. Jalur ini memiliki sumber air yang melimpah di Pos Kokopan dan Lembah Kidang.
  • Jalur Purwosari (Pasuruan): Jalur spiritual. Pendaki akan menjumpai banyak situs sejarah dan spiritual di sepanjang jalan. Jalur ini relatif sunyi dan memiliki suasana mistis yang kental.
  • Jalur Lawang (Malang): Menawarkan padang sabana yang indah namun dengan tanjakan yang sangat curam dan menguras tenaga (dikenal dengan sebutan tanjakan asu).
  • Jalur Sumber Brantas (Batu): Jalur yang lebih pendek menuju puncak Arjuno, melewati perbukitan yang hijau dan kebun penduduk.

Puncak Ogal-Agil

Puncak Arjuno dikenal dengan sebutan Puncak Ogal-Agil. Nama ini merujuk pada tumpukan batu raksasa yang tampak tidak stabil namun tetap kokoh di titik tertinggi. Dari sini, pendaki bisa melihat panorama luar biasa: Gunung Semeru di kejauhan, Gunung Welirang yang mengepulkan asap belerang di sampingnya, serta kerlap-kerlik lampu Kota Malang dan Batu di malam hari.

Mendaki Arjuno adalah perpaduan antara tantangan fisik yang berat, penelusuran sejarah Majapahit, dan perjalanan batin di tengah hutan cemara yang sunyi.p posnya.

Data Teknis Gunung

ParameterDetail Informasi
Nama PuncakPuncak Ogal-Agil
Ketinggian3.339 meter di atas permukaan laut (mdpl)
LokasiPerbatasan Kota Batu, Kab. Malang, dan Kab. Pasuruan, Jatim
Jenis GunungStratovolcano (Gunung Api Kerucut)
KlasifikasiGunung Api Tipe B (Tidak aktif secara magmatik sejak lama)
PegununganKompleks Arjuno-Welirang
Koordinat7°45′54″S 112°35′24″E
Karakteristik MedanHutan hujan tropis, hutan lumut, hingga puncak berbatu yang terjal.
→ DAFTAR ISI