TEGAL – Hujan dengan intensitas ekstrem yang mengguyur wilayah lereng Gunung Slamet pada Sabtu (20/12/2025) memicu banjir bandang di kawasan objek wisata Pemandian Air Panas Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal. Aliran Sungai Gung yang meluap membawa material lumpur, bebatuan, dan batang pohon, meluluhlantakkan sejumlah fasilitas ikonik di lokasi tersebut.
Kronologi Kejadian
Banjir mulai terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Menurut keterangan pengelola dan BPBD Jawa Tengah, hujan deras sudah mulai mengguyur sejak siang hari. Secara tiba-tiba, debit air Sungai Gung meningkat drastis dan meluap ke area pemandian.
- Pemicu: Curah hujan tinggi serta dampak dari Badai Siklon 93S yang terpantau berada tepat di atas Gunung Slamet.
- Dugaan Faktor Lingkungan: Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, menyebut berkurangnya tutupan hutan atau penggundulan di lereng Gunung Slamet diduga memperparah limpasan air ke sungai.
Dampak Kerusakan Utama
Banjir ini mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang cukup signifikan, di antaranya:
- Pancuran 13 & Pancuran 5: Kolam pemandian air panas di Pancuran 13 dilaporkan “hilang” karena tertimbun material pasir dan bebatuan besar. Fasilitas di Pancuran 5 juga rusak akibat tertimpa pohon tumbang.
- Jembatan Hanyut: Sebuah jembatan kecil yang menjadi akses penghubung utama bagi pengunjung terseret arus deras.
- Jaringan Pipa Terputus: Pipa-pipa penyalur air panas menuju hotel, vila, dan penginapan di sekitar Guci hanyut, menyebabkan pasokan air panas di kawasan wisata tersebut terganggu sementara.
Informasi Korban dan Penanganan
Hingga saat ini, BPBD dan BNPB memastikan tidak ada korban jiwa (korban nihil) dalam peristiwa ini. Seluruh pengunjung yang berada di lokasi saat kejadian berhasil dievakuasi ke titik aman oleh petugas gabungan TNI, Polri, dan sukarelawan.
Kondisi Terkini dan Status Wisata
- Pembersihan: Sejak Minggu (21/12), petugas dan warga mulai membersihkan sisa-sisa lumpur dan memperbaiki jaringan pipa air panas.
- Akses Wisata: Kawasan khusus Pancuran 13 dan Pancuran 5 ditutup sementara untuk proses asesmen dan perbaikan. Namun, Pemkab Tegal menyatakan kawasan Guci secara umum tetap aman dikunjungi dan tetap dibuka untuk menyambut libur Natal dan Tahun Baru 2026, kecuali pada titik-titik yang terdampak langsung.
Catatan Keselamatan: Wisatawan diimbau untuk selalu memantau prakiraan cuaca dari BMKG dan mengikuti arahan petugas di lapangan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah pegunungan.




Tinggalkan Balasan