Peta ini memuat cuaca real-time, prakiraan cuaca 5 hari ke depan, dan data jarak dan elevasi gunung sumbing. Klik ‘Poin’📍 pada peta untuk mengetahui status cuaca setiap pos pendakian Gunung Sumbing.
Profil Gunung Sumbing
Gunung Sumbing berada di Jawa Tengah, mencakup wilayah Kabupaten Magelang, Temanggung, dan Wonosobo. Dengan ketinggian Puncak Rajawali Gunung Sumbing 3.371 mdpl, Sumbing merupakan gunung tertinggi kedua di Jawa Tengah dan menjadi bagian dari trio legendaris “Triple S” (sindoro, Sumbing, Slamet).
Gunung Sumbing memiliki ketinggian 3.371 Mdpl. Namun, perlu dicatat bahwa Sumbing memiliki beberapa puncak (Puncak Rajawali, Puncak Sejati, dan Puncak Buntu) yang masing-masing menawarkan elevasi berbeda pada pembacaan GPS.
pendakian Sumbing membutuhkan waktu rata-rata 7 hingga 10 jam untuk mencapai puncak, tergantung jalur yang dipilih. Pendakian tek-tok (tanpa camp) sangat tidak disarankan bagi yang belum terbiasa dengan medan terjal.
Sumbing memiliki tingkat kesulitan moderat hingga tinggi. Bagi pemula, persiapan fisik (kardio) minimal satu bulan sebelum pendakian adalah kewajiban untuk menghindari cedera atau kelelahan ekstrem.
Secara administratif, Gunung Sumbing terletak di Wonosobo, Temanggung, Magelang , Jawa Tengah
Sang Saudara Kembar yang Tangguh
Sumbing sering disebut sebagai “saudara kembar” Gunung Sindoro karena letaknya yang berhadapan dan bentuk kerucutnya yang hampir serupa. Namun, bagi para pendaki, Sumbing dikenal memiliki karakter yang lebih “garang”. Jalur pendakiannya terkenal panjang, terjal, dan minim “bonus” (jalan landai), menjadikannya ujian fisik yang sesungguhnya bagi siapapun yang ingin menapakkan kaki di puncaknya.
Pesona “Nepal van Java”
Salah satu daya tarik paling fenomenal dari Gunung Sumbing saat ini adalah keberadaan Dusun Butuh di Kaliangkrik, Magelang. Dusun ini merupakan salah satu titik awal pendakian yang dijuluki sebagai “Nepal van Java”. Rumah-rumah penduduk yang dibangun bertingkat mengikuti kontur lereng gunung menyajikan pemandangan yang sangat mirip dengan pedesaan di kaki Pegunungan Himalaya, Nepal. Memulai pendakian dari sini memberikan sensasi visual yang eksotis sebelum memasuki zona hutan dan sabana.
Karakteristik Jalur Pendakian
Gunung Sumbing memiliki beberapa pintu masuk yang masing-masing menawarkan pengalaman berbeda:
- Jalur Basecamp Garung (Wonosobo): Jalur klasik dan paling populer. Terkenal dengan “Tanjakan Engkol-Engkolan” yang sangat miring dan menguras tenaga, namun saat ini sudah ada jalur baru basecamp garung.
- Jalur Butuh Kaliangkrik (Magelang): Jalur yang menawarkan sisi estetika pedesaan Nepal van Java di awal pendakian, dengan medan yang didominasi oleh perbukitan terbuka dan sabana.
- Jalur Bowongso (Wonosobo): Jalur yang relatif lebih landai di awal, melewati kawasan hutan pinus yang asri sebelum bertemu dengan jalur berbatu menuju puncak.
Perbandingan 6 Jalur Pendakian Gunung Sumbing
Mountradar telah merangkum perbedaan setiap jalur agar Anda bisa memilih sesuai fisik dan preferensi Anda:
| Jalur Pendakian | Karakteristik Jalur | Estimasi Waktu | Kelebihan |
| Sumbing via Garung | Jalur paling terjal, didominasi tangga batu dan akar. | 8 – 10 Jam | Jalur paling klasik, akses transportasi sangat mudah. |
| Sumbing via Butuh | Sangat estetik, area camp luas di Sadelan (Pos 4). | 7,5 – 9 Jam | View pemukiman ala Nepal van Java yang ikonik. |
| Sumbing via Bowongso | Jalur lebih “bersahabat” bagi lutut, vegetasi lebih asri. | 7 – 8 Jam | Vegetasi asri, jalur relatif lebih teduh di awal. |
| Sumbing via Mangli | Trek relatif bersih, banyak bonus (jalur landai) di awal. | 7 – 8 Jam | Tersedia sumber air di pos bawah, trek bersih. |
| Sumbing via Sipetung | Jalur alternatif yang tenang, melewati kebun warga. | 7 – 9 Jam | Jalur alternatif yang lebih sepi dari kerumunan. |
| Sumbing via Banaran | Jalur terpanjang dengan vegetasi hutan yang sangat rapat. | 9 – 11 Jam | Jalur teknis untuk yang mencari ketenangan. |
Puncak Rajawali dan Kawah Segara Wedi
Gunung Sumbing tidak hanya memiliki satu puncak. Terdapat beberapa titik tertinggi seperti Puncak Rajawali (titik tertinggi), Puncak Sejati, dan Puncak Buntu. Keunikan di atas sana adalah kawahnya yang sangat luas dan aktif, namun bisa dituruni oleh pendaki. Di dalam kawah tersebut terdapat lapangan pasir yang luas yang disebut Segara Wedi dan makam keramat yang sering dikunjungi peziarah pada waktu-waktu tertentu.
Dari puncaknya, Anda akan disuguhi pemandangan spektakuler: siluet sempurna Gunung Sindoro di depan mata, serta deretan Gunung Merapi, Merbabu, Lawu, dan Slamet yang menyembul di balik samudra awan.
Manajemen Risiko & Tips Ahli di Sumbing
- Strategi Air (Critical): Sumbing adalah gunung yang kering. Mayoritas sumber air hanya ada di basecamp atau pos 1.
- Tips: Bawa minimal 4 liter air per orang jika berencana camp 2 hari 1 malam. Jangan mengandalkan tadah hujan.
- Bau Belerang: Kawah Sumbing sangat aktif. Saat angin bertiup ke arah jalur Puncak Sejati, bau belerang bisa sangat menyengat.
- Tips: Selalu bawa masker kain yang dibasahi air atau masker respirator jika Anda sensitif terhadap uap belerang.
- Bahaya Hipotermia & Angin: Area “Pestanya” (Garung) dan “Sadelan” (Butuh) adalah titik pertemuan angin.
- Tips: Pastikan tenda Anda memiliki spek frame aluminium yang kuat dan pasak yang tertanam dalam. Hindari mendirikan tenda tepat di bibir tebing.
- Ojek sebagai Strategi: Jangan malu menggunakan ojek hingga batas hutan (Pos 1). Ini adalah strategi cerdas untuk menghemat energi kaki Anda demi menghadapi “Sadelan” atau “Engkol-engkolan” yang sebenarnya.
Informasi Anda sangat penting untuk pendaki lain, jika ada kesalahan dan update informasi silahkan tinggalkan komentar.
Data Teknis Gunung
| Ketinggian | 3.371 mdpl |
| Koordinat | -7.38442141, 110.07740719 |
| Tipe Gunung | Stratovulkano tipe B |
| Status Vulkanik | Dorman |
| Status Pendakian | BUKA |
Info Biaya Pendakian (Update 2026)
Berikut adalah rincian biaya yang perlu Anda siapkan untuk mendaki Gunung Sumbing:
- Tiket Masuk (Simaksi): Rp35.000 per orang.(wajib)
- Parkir Motor/Mobil: Rp10.000 / Rp20.000.
- Ojek Pagi/Malam): Rp25.000 / Rp35.000 hingga Pos 1.
- Porter: (Drop)Rp650.000, Menginap Rp1.050.000, Summit Rp 1.250.000
Checklist Perlengkapan Wajib
- Jaket Gunung (Windproof & Waterproof)
- Sepatu atau Sandal Gunung dengan grip yang baik
- Headlamp (Wajib karena pendakian subuh sangat gelap)
- Peralatan Masak & Logistik (Minimal 2 liter air per orang)
- Kantong Sampah (Bawa turun sampah Anda!)
Persiapan Registrasi Pendakian Gunung Sumbing
| No | Hal yang Perlu Disiapkan | Keterangan |
|---|---|---|
| 1 | Kartu Identitas | KTP/SIM/Kartu Pelajar/Mahasiswa/Santri (Wajib fotokopi untuk dilampirkan). |
| 2 | Formulir Registrasi | Data diri: Nama Lengkap, Alamat, dan Nomor Handphone aktif. |
| 3 | Peralatan Pendakian | Lengkap dan standar sesuai jumlah anggota kelompok. |
| 4 | Perbekalan / Logistik | Sesuai jumlah anggota (Pendaki tek-tok menyesuaikan kebutuhan). |
| 5 | Protokol Kesehatan | Wajib mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. |
Peraturan dan Sanksi Resmi Pendakian Gunung
| No | Jenis Pelanggaran | Ketentuan Sanksi |
|---|---|---|
| 1 | Masuk tanpa ijin | Rp 1.025.000 |
| 2 | Membuang sampah sembarangan | Rp 1.025.000 |
| 3 | Membuat api unggun | Rp 1.025.000 |
| 4 | Tidak membawa turun sampah | Rp 1.025.000 |
| 5 | Menebang pohon | Rp 1.025.000 |
| 7 | Membawa kembang api | Rp 1.025.000 |
| 8 | Menyalakan kembang api | Rp 1.025.000 |
| 9 | Membawa minuman keras | Rp 1.025.000 |
| 10 | Pencurian | UU Pidana |
| 11 | Membawa alat musik/speaker | Rp 1.025.000 |
| 12 | Apabila ditemukan alat musik, speaker di puncak | Rp 1.025.000 |
| 13 | Mencoret pohon, batu dan fasilitas basecamp | Rp 1.025.000 |
| 14 | Membawa sepeda dan sepeda motor | Rp 1.025.000 |
| 15 | Membawa tissue basah | Rp 1.025.000 |
- Sanksi dikenakan per pelanggaran dan berlaku bagi seluruh anggota kelompok yang terlibat.
Sumber data: Surat Pernyataan Pendakian Gunung Sumbing Via Garung


Tinggalkan Balasan