Gunung Semeru 3676 Mdpl

Beranda » Gunung Semeru 3676 Mdpl

Peta Gunung Semeru dan Cuaca Saat Ini

Profil Gunung Semeru

Gunung Semeru, atau yang dikenal dengan nama puncaknya Mahameru, adalah gunung berapi strato aktif yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl). Secara administratif, gunung ini terletak di perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dan termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Bagi masyarakat lokal, Semeru memiliki nilai spiritual tinggi dan dipercaya sebagai “Paku Pulau Jawa.” Puncaknya, Mahameru, menawarkan pemandangan matahari terbit yang spektakuler dan menjadi dambaan para pendaki. Jalur pendakian Semeru dikenal memiliki keindahan alam yang memukau, seperti Ranu Kumbolo, danau indah di ketinggian 2.389 mdpl, dan padang sabana luas Oro-Oro Ombo.

Semeru tergolong gunung api tipe A yang aktif secara terus-menerus. Kawah aktifnya disebut Jonggring Saloko, yang sering memuntahkan material vulkanik. Sejak tahun 1818, gunung ini telah mencatat sejarah letusan yang panjang dan dinamis. Aktivitas vulkanik Semeru saat ini dicirikan oleh letusan tipe Vulkanian dan Strombolian, menjadikannya gunung yang “tidak pernah tidur” dan terus diawasi ketat oleh otoritas terkait.

Sejarah Letusan Dinamis Semeru

Gunung Semeru memiliki riwayat letusan yang sangat panjang dan hampir tak terputus. Sejak tahun 1818, tercatat beberapa periode aktivitas signifikan, menjadikannya salah satu gunung api paling aktif di Indonesia.

  • 1818 – 1913: Periode ini ditandai dengan letusan eksplosif dan aliran lava, meskipun catatan detail kurang lengkap.
  • 1941 – 1942: Terjadi letusan besar yang menghasilkan aliran lava dan awan panas (wedus gembel) yang mengalir hingga ke jurang-jurang di lereng.
  • 1967 – Saat Ini: Sejak periode ini hingga sekarang, Semeru memasuki fase erupsi yang hampir terus-menerus. Ciri khasnya adalah letusan kecil hingga sedang yang terjadi secara berkala setiap 20-30 menit di Kawah Jonggring Saloko, berupa semburan asap, abu, dan material pijar. Inilah mengapa Semeru sering disebut sebagai gunung yang “tidak pernah tidur.”

Aktivitas vulkanik yang paling sering terjadi adalah letusan tipe Vulkanian dan Strombolian. Letusan ini menunjukkan adanya dorongan gas bertekanan tinggi dari dalam dapur magma yang melontarkan material padat.

Daya Tarik Utama untuk Pendaki Gunung Semeru

Meskipun aktif, Gunung Semeru tetap menjadi magnet wisata dan pendakian karena keindahan alamnya yang luar biasa:

  • Ranu Kumbolo: Danau air tawar yang ikonik dan menjadi lokasi peristirahatan utama bagi pendaki. Terletak di ketinggian 2.389 mdpl, danau ini menawarkan pemandangan yang tenang, terutama saat matahari terbit.
  • Oro-Oro Ombo: Padang sabana luas yang menawan. Pada musim tertentu, sabana ini diselimuti oleh bunga Verbena brasiliensis berwarna ungu, menciptakan pemandangan layaknya karpet bunga raksasa.
  • Arcopodo: Pos terakhir sebelum pendakian ke puncak Mahameru, sering digunakan untuk persiapan summit attack.
  • Puncak Mahameru (3.676 mdpl): Tujuan utama pendakian, menawarkan panorama 360 derajat Pulau Jawa, dengan pemandangan kaldera Bromo-Tengger dan gunung-gunung lain di kejauhan.

Penting untuk dicatat: Karena aktivitas yang terus-menerus, pendakian ke puncak Mahameru (di atas batas aman yang ditetapkan) sering ditutup untuk keselamatan. Pendaki biasanya hanya diizinkan sampai Pos Kalimati atau batas aman lainnya.

Data Teknis Gunung

ParameterDetail Informasi
Nama PuncakMahameru
Ketinggian3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl)
LokasiKabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur
Jenis GunungStratovolcano (Gunung Api Kerucut)
KlasifikasiGunung Api Tipe A (Sangat Aktif)
Status AdministratifTaman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)
Letusan TerakhirTerus berlanjut (Aktivitas besar terakhir pada 2021 & 2022)
Koordinat8°06′28.8″S 112°55′12.0″E
Suhu Rata-rata0°C hingga 15°C (Dapat terjadi fenomena salju tipis/embun upas)
DAFTAR ISI