Banjir Bandang Terjang Kawasan Wisata Guci: Kolam Pancuran 13 Hilang, Fasilitas Rusak Parah

Beranda » Banjir Bandang Terjang Kawasan Wisata Guci: Kolam Pancuran 13 Hilang, Fasilitas Rusak Parah

Kronologi Kejadian

Banjir mulai terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Menurut keterangan pengelola dan BPBD Jawa Tengah, hujan deras sudah mulai mengguyur sejak siang hari. Secara tiba-tiba, debit air Sungai Gung meningkat drastis dan meluap ke area pemandian.

  • Pemicu: Curah hujan tinggi serta dampak dari Badai Siklon 93S yang terpantau berada tepat di atas Gunung Slamet.
  • Dugaan Faktor Lingkungan: Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, menyebut berkurangnya tutupan hutan atau penggundulan di lereng Gunung Slamet diduga memperparah limpasan air ke sungai.

Dampak Kerusakan Utama

Banjir ini mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang cukup signifikan, di antaranya:

  1. Pancuran 13 & Pancuran 5: Kolam pemandian air panas di Pancuran 13 dilaporkan “hilang” karena tertimbun material pasir dan bebatuan besar. Fasilitas di Pancuran 5 juga rusak akibat tertimpa pohon tumbang.
  2. Jembatan Hanyut: Sebuah jembatan kecil yang menjadi akses penghubung utama bagi pengunjung terseret arus deras.
  3. Jaringan Pipa Terputus: Pipa-pipa penyalur air panas menuju hotel, vila, dan penginapan di sekitar Guci hanyut, menyebabkan pasokan air panas di kawasan wisata tersebut terganggu sementara.

Informasi Korban dan Penanganan

Hingga saat ini, BPBD dan BNPB memastikan tidak ada korban jiwa (korban nihil) dalam peristiwa ini. Seluruh pengunjung yang berada di lokasi saat kejadian berhasil dievakuasi ke titik aman oleh petugas gabungan TNI, Polri, dan sukarelawan.

Kondisi Terkini dan Status Wisata

  • Pembersihan: Sejak Minggu (21/12), petugas dan warga mulai membersihkan sisa-sisa lumpur dan memperbaiki jaringan pipa air panas.
  • Akses Wisata: Kawasan khusus Pancuran 13 dan Pancuran 5 ditutup sementara untuk proses asesmen dan perbaikan. Namun, Pemkab Tegal menyatakan kawasan Guci secara umum tetap aman dikunjungi dan tetap dibuka untuk menyambut libur Natal dan Tahun Baru 2026, kecuali pada titik-titik yang terdampak langsung.

Catatan Keselamatan: Wisatawan diimbau untuk selalu memantau prakiraan cuaca dari BMKG dan mengikuti arahan petugas di lapangan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah pegunungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DAFTAR ISI